GUNUNG PAPANDAYAN: SELESAI DI HUTAN MATI


Papandayan Pagi Hari
Mentari pagi mulai menyusup ke sela tenda diikuti embun sejuk yang merasuk sampai ke rusuk, SELAMAT PAGI DARI PAPANDAYAN! Agenda hari ini mendapati Hutan Mati, namun sebelum berangkat pergi, perut kosong serta pakaian basah perlu disikapi serius untuk perjalanan yang lebih energik dan juga nyaman. Satu group pergi menjemur, yang lain ngurusin dapur. Anyway breakfast kita pagi ini: nasi, ikan sarden, ikan asin. Mantap!

Read More..

GUNUNG PAPANDAYAN: MENCARI HUTAN MATI

Papandayan adalah gunung yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung ini berketinggian 2665 meter di atas permukaan laut (sumber: wikipedia). Satu alasanku ingin ke sana adalah: Hutan mati. Pertama kali gue tahu adanya hutan mati dari foto yang diposting kawan di twitter.

Sekali lihat langsung jatuh cinta, "Pohon-pohon ini keren banget untuk dipake foto", gumamku dalam hati. Sekalinya ada tawaran maen ke sana, jelas tak pikir panjang lagi, berangkat!!











Oke, posisi awal kami di Jatinangor (Sumedang). Pertama, kami harus ke cileunyi. Cileunyi adalah terminal bayangan yang menghubungkan Bandung, Sumedang, Jakarta, dan Garut (nagreg).

Karena tujuannya Papandayan, maka kami bergerak menuju Garut (nagrek), sebab Papandayan terletak di Kabupaten Garut.
Bagaimana cara ke sana?

PERHATIKAN! Di Cileunyi akan lewat elf jurusan Leuwi Panjang-Cikajang, ambil itu, lalu sampaikan ke kenek untuk berhenti di Cisurupan (nama kecamatan di mana Papandayan berada)

Read More..

GUNUNG PAPANDAYAN (TIPS)

Oke, setelah skip beberapa bulan gak nulis dan berpergian (sibuk ngurusin skripsi, sekarang juga masih), kali ini kita ketemu lagi dengan tulisan baru di lokasi yang baru pula. Papandayan! Ya, kali ini tentang gunung yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Namun sebelum masuk ke inti cerita, ada beberapa hal yang ingin gue sampaikan perihal persiapan diri mendaki gunung. 3 hal: Sandang, Pangan, Papan.

Ini menurut gue sih, boleh setuju, boleh tidak, tapi yang jelas dalam hidup ini kita butuh sandang, pangan, dan papan, sama halnya ketika lo di gunung.

Pertama, sandang.
Apa maksudnya? Pakaian.
Ya, perhatikan pakaianmu sebelum mendaki gunung. 
Umumnya suhu udara di pegunungan lumayan dingin, maka persiapkan lah jaket yang tebal atau pakaian hangat. 


Yang Paling Depan Kanan Jangan Ditiru
Read More..

SABAR DAN PERCAYALAH (BEHIND THE SCENE: 4 PULAU 4 PROVINSI)

Seperti yang gue sampaikan di judul sebelumnya, gue akan menceritakan pengalaman rohani dalam perencanaan jalan-jalanku kemaren.

Oke, seharusnya perjalananku kali itu dieksekusi tahun 2012!
Saat itu, gue bersama Aul dan Try (kawan seperjalanan) sudah merencanakan segala sesuatunya untuk bisa pergi ke Lombok. Ya, saat itu destinasi kami hanya ke Lombok. Lebih tepatnya: Gili Trawangan.

Segala informasi sudah dikumpulkan sedetail-detailnya, dari urusan transportasi murah, penginapan dan lain sebagainya. Singkat cerita, semuanya sudah siap dan tinggal dieksekusi. H-1 menjelang keberangkatan, kami sempat berkunjung ke salah satu toko perlengkapan adventure di Bandung, biasa lah buat persiapan besok. Ketika sedang asik mencoba sandal gunung dan ini itu, terlintas dalam pikiran gue, 
"Van, emang lo udah dapet izin cabut ke Lombok?"
Read More..

KEDIRI (JAWA TIMUR) (TERAKHIR!)

Oke guys, berhubung ini thread terakhir dari cerita perjalananku di 4 pulau (Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa) 4 provinsi (Jogja, Jatim, Bali, NTB), gue ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembaca sekalian atas perhatian dan apresiasinya dalam mengikuti blog ini. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan, dan semoga di lain waktu gue masih diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman perjalanan kepada anda semua. Semoga bermanfaat.

----------

Destinasi terakhirku adalah Kediri. Ini adalah akhir dari perjalananku selama kurang lebih 2 minggu. Dan Tuhan sudah merencanakan ending-nya dengan sangat indah. Dari Blitar, gue berangkat sore menggunakan kereta. Lama waktu perjalanan 1 jam-an.

PENATARAN DHOHO
BLITAR-KEDIRI
16:25-17.55
Rp4.000/orang

Kediri kotanya bersih, sama kayak Blitar dan Malang. *Kota-kota di Jatim kayaknya bersih-bersih deh, pada dapet adipura kali yaa? Cuaca tetep panas walau sore hari. 2 tempat wisata yang gue kunjungi: Monumen Gumul dan Gereja Puhsarang.

Sampai di Kediri sore hari menjelang maghrib. Oh my... Merujuk pada plan, hari pertama gue musti udah sampai di Monumen Gumul untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Gereja Puhsarang. Dan ada masalah! Masalahnya sudah gelap dan tak ada angkutan umum menuju Gumul! 

Ya, di Kediri (seingatku) tak ku temukan satu angkot pun yang beroperasi malam itu. Sampai saat ini gue belum mengerti mengapa demikian, apakah memang kesengajaan pemda melarang operasi angkutan umum di malam hari atau memang bisnis angkutan umum yang merugi karena tak punya penumpang, tapi yang jelas ini perkara besar buat gue. Gara-gara tak ada angkutan umum, gue  harus berjalan kaki kurang lebih 8-9 Km dari stasiun Kediri sampai ke Monumen Gumul! Dan itu gue lakukan sendirian, dengan backpack yang sangat amaaat teramat beraaaaat!

Kediri Town Square (Nemu Pas Jalan Kaki)
Read More..